Kamis, 21 Mei 2015

UII Resmikan Kerjasama dengan Duy Tan University

Arus globalisasi semakin menuntut perguruan tinggi untuk mampu mencetak generasi berdaya saing internasional. Dalam hal ini, Asia Tenggara merupakan pintu masuk strategis bagi generasi muda Indonesia dalam meningkatkan daya saing di level global yang semakin kompetitif. Oleh karenanya, ekstensifikasi kemitraan antar institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu prioritas bagi Universitas Islam Indonesia (UII) dalam mengembangkan pola kerjasama.
Demikian disampaikan Wakil Rektor UII Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan, Dr. Abdul Jamil, SH, MH dalam sambutan penandatanganan Memorandum of Understanding antara UII dan Duy Tan University (DTU), Kamis (14/5) di Kampus DTU Quang Trung, Da Nang, Vietnam. “Kerjasama ini juga merupakan bagian dari langkah UII menyambut implementasi komunitas ASEAN”, tambah Dr. Jamil.
Dikatakan, sebagai perguruan tinggi swasta pertama dan terbesar di Vietnam bagian tengah, DTU menjadi mitra strategis UII dalam mengembangkan kerjasama di berbagai bidang akademik seperti kolaborasi penelitian dan pertukaran staf, dosen, maupun pertukaran mahasiswa. Vietnam sendiri saat ini merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Asia Tenggara.
Sementara itu, Wakil Rektor DTU Bidang Hubungan Internasional, Lê Nguyên Tuệ Hàng menyambut baik kerjasama dengan UII. “Kualitas mutu UII sebagai perguruan tinggi nasional pertama di Indonesia dengan banyak pencapaian dalam pengelolaan pendidikan tinggi memperkuat keyakinan kami bahwa kerjasama ini ke depan akan produktif,” ungkap Hàng Lê.
ImageDirektur International Program UII, Dr. Wiryono Raharjo, M.Arch. yang turut hadir dalam seremoni tersebut memaparkan kolaborasi yang akan segera dilaksanakan UII-DTU. “Kami berencana melakukan joint studio bagi mahasiswa Arsitektur UII dan DTU dalam waktu dekat,” ungkap Dr. Wiryono yang juga merupakan dosen senior Arsitektur UII. Selain itu, UII-DTU juga tengah mendalami penjajakan program pertukaran mahasiswa program studi Akuntansi dan Manajemen antar kedua universitas.
Ditambahkan, kemitraan UII-DTU semakin memperkuat jejaring kerjasama UII di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, UII tengah mengembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja dan Vietnam. UII juga merupakan anggota aktif asosiasi Passage to ASEAN (P2A) serta dalam proses mengadaptasikan standar ASEAN University Network - Quality Assurance sebagai bagian dari pengembangan penjaminan mutu universitas.

UII Jadikan Dakwah Islamiyah Bagian Tak Terpisahkan

ImageMunculnya berbagai fenomena yang menunjukkan lemahnya moral generasi muda saat ini seperti kasus prostitusi online, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku kriminal lainnya menuntut peran besar da’i dalam menyampaikan dakwah Islamiyah di segala bidang dan dengan berbagai cara yang efektif dan kreatif. Hal tersebut yang dilakukan Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan menyelenggarakan Training Dakwah Bagi Dosen Muda UII di Kampus Terpadu UII, Rabu (20/5).
Dijelaskan Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc.,menjadi dai merupakan tugas setiap umat Nabi Muhammad SAW tanpa terkecuali, kewajiban dakwah tidak hanya karena berada di UII namun sebagai seorang muslim di manapun harus senantiasa melaksanakan dakwah Islamiyah. “Kewajiban dakwah bukan karena UII, tapi sebagai muslim kita dituntut untuk menyampaikan apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW walaupun hanya 1 ayat”. Papar Dr. Harsoyo.
Dr. Harsoyo juga menjelaskan bahwa tidak semua orang merespon dakwah dengan baik, akan selalu ada yang menentang bahkan mencaci maki, namun demikian seorang da’I dituntut untuk memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah untuk tetap menyampaikan kebaikan kepada masyarakat. Dr. Harsoyo mengutip kisah Rasulullah SAW yang menyuapi seorang nenek Yahudi yang tuna netra padahal nenek tersebut sangat membenci dan selalu mencaci maki Rasulullah SAW. Saat Rasulullah SAW wafat, akhirnya nenek tersebut masuk Islam setelah mengetahui dari Khalifah Abu Bakar bahwa yang menyuapinya setiap hari adlah Rasulullah SAW.
“Hal tersebut hendaknya menjadi contoh bagi kita agar dalam berdakwah jangan mudah menyerah dan patah arang, dalam berdakwah tidak diperkenankan ada paksaan, kita hanya berkewajiban menyampaikan saja.” Jelas Dr. Harsoyo.
Dakwah Islamiyah memang merupakan salah satu dari Catur Dharma UII. Sebagai Perguruan Tinggi yang didirikan oleh para ulama, UII menjadikan Dakwah Islamiyah sebagai bagian yang tak terpisahkan. Di manapun berada, Dosen, Mahasiswa, Alumni dididik untuk selalu siap berdakwah dan memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat.
“UII memiliki Catur Dharma yang ke-4 yaitu Dakwah Islamiyah, oleh karena itu mau tidak mau dosen harus mampu berdakwah di masyarakat. Bahkan untuk kenaikan pangkat pun dosen di UII harus menyampaikan laporan apa saja aktifitas Dakwah Islamiyah yang dilakukannya di masyarakat.” Demikian disampaikan Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Islam (DPPAI) UII, Dr. Drs. Munthoha, S.H.,M.Ag.

Kapasitas Staf Pengajar Studi Politik Australia Di Indonesia Dinilai Masih Belum Terpenuhi

ImageTerlepas dari pasang surut hubungan antara negara Indonesia dan Australia yang mana akhir-akhir ini kembali mengemuka, tidak dapat dipungkiri keduanya merupakan negara yang memiliki kedekatan dan telah lama terjalin. Bahkan kedua negara memiliki hubungan bilateral yang sangat kuat. Bagi Indonesia, Australia merupakan partner strategis di bidang keamanan, ekonomi, investasi, serta budaya dan pendidikan.
Dalam ranah dunia pendidikan, terdapat tren yang menunjukkan bahwa banyak mahasiswa Indonesia tertarik untuk mempelajari Politik dan Pemerintahan Australia, serta Politik Luar Negeri Australia. Yang mana sampai saat ini, telah diajarkan lebih dari 50 Program Studi Hubungan Internasional diseluruh Indonesia. Namun setelah dikaji lebih jauh, partisipasi dengan penuh antusias ini kenyataannya tidak didukung oleh kapasitas staf pengajar yang tersedia.
Berawal dari hal tersebut, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada, Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan the School of Social and Political Sciences, University of Melbourne menyelenggarakan the Convention on Australian Studies 2015, 20-21 Mei 2015, di Gedung Lengkung Sekolah Pasca Sarjana UGM\.
Beberapa pembicara dihadirkan di antaranya dari School of Social & Political Sciences, University of Melbourne, Prof. John F. Murphy, korespondensi Indonesia dari Fairfax Media, Michael Bachelard, dan dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada. Drs. Dafri Agussalim, MA.
Disampaikan Dafri Agussalim, seminar internasional mengkaji permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan hubungan Australia dan Indonesia serta mengungkap solusi-solusi yang ada. Sementara melalui pelaksanaan workshop, diharapkan dapat menyatukan sebuah standar pembelajaran mengenai Australia.
Ditambahkan Dafri Agussalim, sering kali tensi atau ketegangan-ketegangan kecil antara Indonesia dan Australia banyak disebabkan karena ketidak pahaman atau juga karena ekspektasi yang berbeda antara Indonesia dan Australia. Hal ini yang sering terjadi di level masyarakanya. Oleh karenanya meurut Dafri Agussalim, kewajiban di dunia akademik adalah bagaimana memberikan pemahaman. “Di Indonesia mengajarkan tentang politik Australia relatif baru, sementara di Australia sendiri studi tentang politik Indonesia telah berkembang pesat, bahkan bahasa Indonesia telah diajarkan,” ungkapnya.
Sementara dikatakan Wakil Rektor Bidang Akademik UII, Ilya Fajar Maharika, MA., pada dasarnya sebagai dua Negara tetangga, banyak hubungan yang terjalin antara people to people yang tidak dipengaruhi oleh arus “atas”. Dikatakan, Program Studi Hubungan Internasional UII yang keberadaannya masih baru, berusaha untuk melihat bahwa relasi antara Negara Australia dan Indonesia merupakan bagian dari nilai-nilai yang sangat perlu untuk dibangun.
“Dasarnya tentu nilai-nilai universal. Interaksi antar tetangga menjadi suatu hal yang sangat penting. Saling memahami culture yang berbeda. Tetapi pada aspek-aspek tertentu tetap universal,” ungkapnya.
Sementara pembicara dari School of Social & Political Sciences, University of Melbourne, Prof. John F. Murphy dalam kesempatannya mengatakan, pada dasarnya Indonesia dan Australia adalah dua negara yang dekat. Namun keduanya pastinya tidak selalu mempunyai pendapat yang sama. Namun yang dilakukan seperti melalui kegiatan ini, adalah berusaha untuk memadukan pendapat dan saling memahami.
Senada, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M. mengatakan, diselenggarakannya kegiatan dapat menjembatani hubungan baik antara kedua negara. Yang perlu dicatat menurutnya adalah hubungan antara negara itu berbeda dengan hubungan antara bangsa. “Yang sering kurang dipahami oleh masyarakat adalah statement pemerintah suatu negara dianggap sebagai statement dari suatu bangsa secara keseluruhan,” ungkapnya.
Image 

Rabu, 01 April 2015

MEMAHAMI CARA KERJA METERING KAMERA SLR DIGITAL (DSLR)

Setiap kamera SLR digital modern dari pabriknya dilengkapi dengan teknologi bernama Metering ModeExposure MeteringCamera Metering atau untuk lebih praktisnya kita sebut Metering yang sudah dirakit didalamnya. Dalam artikel ini kita akan berusaha memahami apa itu metering? bagaimana cara kerjanya serta beberapa kelemahan utama yang harus kita hadapi (underexposed & overexposed). Dalam artikel selanjutnya, lebih jauh kita pahami tentang mode metering (matrix/evaluative, center weighted & spot metering).

Apa Itu Metering? Apa Gunanya?

Secara prinsip tidak beda dengan meteran gulung yang dipakai pekerja konstruksi atau meteran pita yang dipakai tukang jahit untuk mengukur panjang, hanya metering ini dipakai oleh kamera DSLR untuk mengukur cahaya, yang secara relatif lebih njelimet dibanding dengan mengukur panjang.
Metering dipakai untuk mengukur cahaya yang dilihat oleh kamera (cahaya yang masuk ke lensa). Saat kita melihat obyek foto melalui viewfinder kamera, kondisi cahaya di obyek tersebut akan diukur oleh sistem metering. Tujuan utama dari sistem metering kamera adalah menghasilkan foto yang pas eksposure-nya (baca lagi pengertian eksposure). Metering melakukannya dengan menganalisa tingkat gelap terang sebuah obyek foto kemudian menentukan besarnya shutter speed,aperture serta ISO supaya hasil foto anda pas, tidak terlalu gelap ataupun tidak terlalu terang.
Hmm pusing nya…. oke, gampangya begini.Bayangkan mata anda. Saat anda merasa silau apa yang anda lakukan? memincingkan mata bukan! Secara tidak sadar anda mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata supaya anda tidak silau (tidak terlalu terang). Kebalikannya, saat merasa cahaya terlalu remang anda secara otomatis membuka mata lebar-lebar. Memincingkan mata atau membuka mata lebar-lebar supaya mata merasa nyaman saat melihat (eksposur yang pas), seperti itulah tugas sistem metering kamera.



Tips Foto Siluet


Matikan Flash
Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda
Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)
Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.
Carilah obyek yang bentuknya menarik
Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.

Carilah background yang tepat
Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.

Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)
Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eksposure. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed sesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah h3 yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….

Jangan takut mencoba
Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun 

Tips Foto Potrait



Foto portrait, foto potret atau foto wajah seringkali adalah foto yang paling sering kita hasilkan. Kalau anda memiliki keluarga, saya yakin merekalah obyek foto yang paling sering ada dan mudah tersedia. Begitu juga kalau anda memiliki pacar, sahabat dll. Dalam artikel ini akan kita bahas 20 tips singkat foto portrait.Silahkan:

1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.
Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka.
Jongkoklah dan buat lensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka. Baca juga tips memotret anak-anak.

3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.
Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.

4. Hindari penggunaan on-camera flash.
On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras.

5. Overexpose foto dengan sengaja.
Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose sengaha ini juga sering disebut high key.

6. Ajak bicara obyek foto.
Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal :”Dulu saat masih kecil aku suka mencuri buah di halaman rumahmu loh?” atau “Aku lihat nilai UN kamu 9 semua, gimana caranya?”. (Garing banget ya? saya tahu saya memang garing)

7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya.
Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya.

8. Ketahui tujuan pemotretan.
Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya.

9. Memotret di siang bolong tidak masalah asal anda tahu triknya.
Untuk memotret di siang bolong, posisikan obyek foto membelakangi matahari, lalu gunakan mode spot metering (baca tentang metering). Ambil pengukuran di area mata atau hidung lalu potret. Background akan overexposed, tapi wajah akan bagus.

10. Buat komposisi lalu fokus dan bukan sebaliknya
Aturlah komposisi foto, kalau anda sudah mantap barulah ambil fokus di area mata lalu baru foto.

Tips Sport Fotografi

  • Gunakan Lensa Panjang (Tele)
Selama memotret, Anda akan lebih membutuhkan lensa tele, sebuah lensa dengan rentang fokus 400mm sudah biasa di kalangan fotografer profesional. Cobalah untuk mendapatkan lensa yang memiliki aperture terbesar untuk mendapatkan lebih banyak cahaya ke dalam kamera. 
  • Gunakan Kamera Dengan Rasio Frame Baik
Anda memerlukan kamera yang memiliki rasio frame baik. Dalam fotografi olahraga, ketika momen yang ingin diambil tiba, Anda hanya perlu menekan tombol rana dan mengambil serangkaian gambar. Perbedaan setengah detik sangat berpengaruh. Misalnya Anda memotret pelompat, waktu antara melompat dari tanah dan mendarat bisa lebih kurang dari satu detik. Dengan kamera rasio frame tinggi Anda dapat menangkap gambar ketika pelompat mendarat.

  • Pertimbangkan Lokasinya
Anda harus mengetahui karakteristik lokasi dan jenis olahraga yang akan Anda potret. Contoh: Ada beberapa lomba, khususnya lempar cakram, menembak, dan lempar lembing memiliki persyaratan keamanan tertentu yang harus Anda ketahui.
  • Gunakan Kecepatan Rana Tinggi
Ingatlah bahwa dalam fotografi olahraga Anda menangkap aksi yang bergerak cukup cepat. Oleh karena itu anda perlu kecepatan rana tinggi untuk menangkap momen itu agar menghasilkan gambar yang tajam. Biasanya pertimbangkan untuk menggunakan kecepatan rana setidaknya 1/320 detik. Beberapa lomba yang banyak pergerakan, seperti basket membutuhkan kecepatan rana lebih.
  • Kecepatan ISO
Gunakan kecepatan ISO minimum yang memungkinkan Anda menggunakan kecepatan rana tinggi yang diperlukan bersama aperture besar yang Anda miliki. 

  • Fokus
Jika kamera Anda memiliki fitur fokus servo maka gunakan fitur tersebut, khususnya untuk lomba yang berlangsung di lintasan. Jika tidak, fokuskan dulu ke titik tertentu dan mengambil gambar pada momen yang tepat. Dalam mode fokus otomatis cobalah untuk mengikuti target sebelum mengambil gambar yang memungkinkan waktu kamera melakukan fokus daripada menekan tombol rana dan menunggu lensa melakukan fokus sebelum gambar foto diambil.
  • Gunakan Monopod
Karena Anda menggunakan lensa panjang, sedikit pergerakan kamera akan berpengaruh. Monopod akan memungkinkan Anda menstabilkan kamera untuk mencegah goyangan kamera yang akan membuat foto kabur. Kebanyakan orang akan menggunakan tripod namun hal ini cenderung tidak praktis.
  • Jika Ragu - Tekan Tombol Rana
Tak seperti kamera film tradisional, kamera digital tidak terlalu rugi untuk mengambil foto. Jika Anda ragu akan gambar itu, Anda bisa menghapusnya nanti, tapi Anda mungkin saja mendapatkan foto pertandingan yang diinginkan.