- Shutter Speed rendah. lebih dari 3 detik, agar didapat efek pergerakan dari benda yang di foto.
- Diafragma Kecil. Antara 11-22, untuk mendapatkan ruang tajam keseluruhan gambar lebih luas dan memungkinkan shutter speed lebih lambat.
- ISO/ASA serendah mungkin. Agar cahaya yang ditangkap tidak over exposure.
- Menggunakan Tripod & kabel release (bila ada). Untuk mengurangi guncangan agar gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
- MemFokuskan object. Foto bulb tidak hanya sekedar foto landscape(pemandangan/view) saja. Melainkan dapat juga ditentukan sebuah objek foto dengan Foreground atau background efek cahaya bergerak (Moving Lights).
- Metering Objek. Dimaksudkan agar objek yang difoto dapat tergambar dengan pencahayaan yang cukup jelas, kecuali jika sang fotografer mempunyai maksud lain dengan men-Set metering objek Under atau Over exposure.
Selasa, 31 Maret 2015
Teknik Pengambilan Foto Bulb
Fotografi Bulb
Apa itu Mode Bulb?
Ada satu seting khusus di hampir semua kamera DSLR dan kamera mirrorless, yaitu mode BULB atau BULB Setting. Mode ini biasanya ditandai dengan notasi B di kamera digital anda. Nah sekarang lihat baik-baik kontrol kamera anda, kalau ada huruf B disitu berarti dia berfungsi mengaktifkan mode bulb, putar sampai di B dan kalau di LCD sudah tertulis bulb berarti anda sudah siap memotret bulb.
Bulb mode adalah salah satu setting khusus, dimana kita bisa menggunakan shutter speed diatas 30 detik, bahkan kita bisa menggunakan shutter speed selama yang kita mau. Rentang shutter speed maksimum dikamera DSLR biasanya mentok diangka 30 detik, nah dengan mode Bulb ini kita bisa menggunakan shutter speed jauh diatas itu.
Kata bulb muncul karena dijaman baheula, kakek nenek fotografer pendahulu menggunakan gelembung angin dalam karet (bulb) yang menekan mekanisme shutter sehingga membuka.
Kapan Metode Bulb dipakai?
Beberapa situasi pemotretan yang membutuhkan pemakaian mode bulb, antara lain :
- Saat memotret kembang api
- Saat anda memotret trail of light: lampu mobil maupun jejak bintang
- Saat akan memotret didalam gelap malam menggunakan setting bukaan kecil macam f/11 sampai f/22
- Saat anda ingin foto light painting
- Saat ingin membuat foto petir
- Kadang saat memotret benda-benda angkasa (astrophotography)
- Intinya, Bulb dipakai saat ingin memotret long exposure diatas 30 detik
Apa saja yang diperlukan dalam menggunakan Metode Bulb?
Beberapa item dan hal penting dalam menggunakan mode bulb :
- Tripod adalah hal wajib, kecuali anda ingin menghasilkan foto abstrak yang tidak ada seorangpun yang tahu maksudnya
- Gunakan Remote Shutter Release dengan mekanisme pengunci
- Timer, cukup gunakan timer di smartphone anda
- Usahakan memakai ISO yang serendah mungkin
- Batere cadangan, memotret dengan lama exposure sampai menit menguras batere kamera, jadi siapkan cadangannya
Tips Autofokus
Fokus yang akurat penting untuk mendapatkan hasil foto yang tajam. Foto yang fokusnya melenceng sulit atau hampir tidak bisa diperbaiki. Di jaman dulu, hanya ada manual fokus. Manual fokus untuk kamera digital SLR agak sulit karena banyak kamera yang memiliki jendela bidik kecil dan kurang terang. Tapi untunglah kamera digital SLR modern memiliki auto fokus. Meski demikian, kita harus menentukan moda auto fokus yang tepat supaya gambar yang dihasilkan tajam dan konsisten.
Berikut ini adalah beberapa mode auto fokus yang biasa ditemui di kamera DSLR: AF-S atau single point focus (Nikon) atau One Shot (Canon) Mode ini cukup sederhana, Anda memilih satu titik fokus, kemudian tekan setengah tombol shutter. Kamera akan mengunci titik fokusnya. Meskipun objek foto bergerak, fokus tetap tidak berubah. Mode ini khusus untuk objek foto yang tidak bergerak, seperti pemandangan, foto model, produk dan sebagainya. Hati-hati dalam memakai mode ini karena bila objek foto bergerak maka fokus tidak akurat lagi. AF-C atau Continuous auto focus (Nikon) atau AI Servo (Canon) Mode ini kebalikan dengan mode yang pertama diatas. Saat auto fokus diaktifkan dengan menekan tombol shutter setengah penuh, kamera akan mengikuti gerak objek foto yang bergerak. Mode ini cocok untuk fotografi olahraga, burung, dan benda yang bergerak lainnya.
Cara kerjanya kurang lebih adalah kamera memprediksi gerakan objek foto dan kemudian memindahkan titik fokus sesuai yang diprediksikan. Apa yang perlu kita lakukan hanya terus menekan tombol shutter setengah penuh dan mengikuti objek fotonya. Di kamera DSLR yang canggih, biasanya mode ini bisa dimodifikasi secara khusus tergantung dengan keinginan dan pergerakan objek foto. AF-A atau AI-Focus Mode auto fokus ini adalah mode campuran antara mode auto fokus single shot dan continuous servo.
Bila kamera mendeteksi objek foto tidak bergerak, maka otomatis akan bersifat seperti auto fokus single shot, tapi kalau kamera mendeteksi objek foto bergerak, maka akan otomatis memprediksi letak dan mengikuti objek foto. Mode ini ideal untuk objek foto yang tidak bergerak namun akan segera bergerak. Untuk objek yang tidak bergerak atau sedang bergerak, lebih baik langsung mengunakan auto fokus single shot atau continuous daripada mode otomatis ini.
Senin, 30 Maret 2015
teknik-teknik dalam memotret sunrise
- Sampai di lokasi minimal 30 menit sebelum sunrise. Sobat dengan melakukan hal ini akan memberikan waktu untuk setup atau memasang perangkat fotografi di tempat yang strategis. Luangkan sedikit waktu juga untuk mencari kira-kira dimana spot yang paling bagus untuk memotret. Dan ketika matahari mulai terbit, Sobat tentu hanya ingin berkonsentrasi pada subyek kalian.
- Jangan tunggu matahari terbit untuk memotret. Beberapa foto yang hebat bisa didapatkan beberapa menit sebelum matahari terbit di horison, dan ini sama juga berlaku pada saat memotret sunset. Langit sebelum sunrise juga cukup dramatis dan layak untuk dipotret.
- Gunakan tripod yang stabil dan ball head yang berkualitas. Kunci dari foto yang tajam adalah teknik fotografi yang di dukung dengan tripod serta ballhead yang berkualitas. Jika Sobat memang suka memotret nature atau wild life berinvestasilah pada perangkat fotografi tersebut. Sobat mungkin bisa memiliki kamera serta lensa dengan kualitas terbaik, tetapi tanpa pengetahuan teknik foto tajam serta perangkat lain, foto kalian tidak akan optimal.
- Fokuskan di tengah-tengah horison. Fokus hendaknya diletakkan di separuh horison. Jika subyek kalian memiliki range jarak yang jauh, gunakan setidaknya aperture f/8 (di beberapa lensa ini adalah sweet spot). Bisa dipastikan dengan memfokuskan di tengah-tengah maka foreground dan background bisa terfokus dengan baik.
- Gunakan Remote Shutter Release. Perangkat fotografi ini (Remote Shutter Release) atau bisa juga self-timer kamera hendaknya digunakan ketika kalian memotret pada kondisi rendah cahaya. Sobat tentu tidak ingin adanya getaran di kamera saat menekan tombol shutter bukan?
- Luangkan waktu untuk komposisi. Banyak foto-foto dari fotografer, terutama foto sunrise yang hasilnya seperti terbelah menjadi Dua, ini dikarenakan mereka mengkomposisikan 1/2 langit dan 1/2 bagian lain adalah air (foreground). Kami merekomendasikan mengkomposisi frame dengan 2/3 langit dan 1/3 foregroung, atau sebaliknya.
- Tambahkan elemen manusia. Sobat jangan ragu untuk menambahkan elemen-elemen yang berhubungan dengan manusia guna menambah skalabilitas pada gambar kalian. Dermaga kapal, pagar, rumah-rumah penduduk akan menambah "drama" pada foto sunrise atau sunset kalian.
- Bersabarlah dan tunggu 30 sampai 45 menit setelah sunset atau sunrise.Magic Light bisa saja muncul sebelum atau sesudah sunrise. Cahaya serta warna langit akan berubah dari menit ke menit. Dengan tiba 30 menit sebelum sunrise bisa memberikan peluang foto yang dramatis, tergantung pada kondisi. Hal ini juga berlaku pada 45 menit sesudah sunset.
FLASH REFLECTOR
Perangkat fotografi lain yang bisa digunakan pada flash adalah reflector. Tipe reflektor yang beredar di pasaran juga beragam. Reflektor ini biasanya berupa obyek bewarna putih (kartu, kertas atau plastik) yang berfungsi untuk memantulkan cahaya flash agar jangkauan cahaya lebih tersebar di dalam ruangan, dan tentu juga agar kekuatan cahaya flash bisa berkurang.
Sekali lagi reflektor bisa berfungsi untuk mengelimanasi cahaya langsung yang mengarah ke subyek foto, mengurangi cahaya dan bayangan kuat. Jika anda berencana membuat sendiri reflector tersebut, pastikan membuatnya dengan menggunakan bahan bewarna putih atau tidak bewarna, jika tidak maka cahaya flash akan memiliki warna sesuai dengan warna reflektor buatan kalian.
FLASH DIFFUSER
Ada banyak teknik fotografi yang bisa digunakan untuk mengatas masalah diatas, dan salah satunya adalah dengan "Bounce Flash" (memantulkan cahaya flash ke permukaan dinding atau langit), mengontrol output flash itu sendiri, tetapi teknik yang paling sederhana adalah dengan menggunakan diffuser. Flash Diffuser membuat output cahaya yang berasal dari flash menjadi lebih lembut.
Diffuser bisa membantu mengeliminasi cahaya kuat serta bayangan dan tentu foto akan lebih terlihat natural. Diffuser yang beredar di pasaran bisa beragam ukuran dan bentuknya, tergantung dari tipe serta model flash yang anda gunakan.
Beberapa Flash telah menyertakan diffuser secara default (seperti contoh diatas : Canon Speedlight, gambar kiri adalah posisi flash tanpa diffuser dan sebelah kanan adalah flash yang menggunakan diffuser). Model flash lainnya terkadang tidak menyertakan fitur ini, tetapi Sobat bisa berinisiatif menambahkannya external diffuser sendiri.
Rabu, 11 Maret 2015
Pengaturan Kamera DSLR Fotografi
Cara Setting kamera DSLR | Ala Pemula, Memiliki kamera DSLR meskipun dengan spec paling minimal seperti Nikon D1000 atau yang lainya memang menjadi kebanggaan tersendiri, apalagi kamera canggih seperti Canon EOS 5D. Kamera Digital SLR memang sangat digemari para kalangan pecinta fotografi karena dengan kamera ini sudah dapat menghasilkan gambar yang bagus, jernih serta berkelas jika dapat mengunakannya secara maksimal. Memang kreatifitas memfoto ini menjadi suatu keahlian yang tidak ada habisnya, 1 obyek foto saja mampu menghasilkan beragam hasil foto yang berbeda apalagi dengan kemampuan yang berbeda. Mari kita pelajari dahulu bagi para pemula khsusnya yang baru menerjuni bidang fotografi tentunya perkenalan perkenalan seperti fungsi dari ISO, Aparture Sutter Speed
Cara Setting kamera DSLR | Ala Pemula, Kamera DSLR memang kamera yang memiliki beragam kreatifitas yang dapat dikembangkan oleh pengunanya, bahkan beberapa kamera terbaru katanya tidak akan pernah habis untuk digali keampuanya untuk menghasilkan foto yang menajubkan. Keahlian mengatur serta memahami fungsi pengaturan kamera menjadi suatu yang penting untuk diperhatikan dan untuk mengahasilkan foto yang maksimal seperti yang anda harapkan.
Cara Setting kamera DSLR | Ala Pemula,
Kualitas Gambar
Apakah anda pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah anda lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir
Ketika membicarakan White Balance, anda bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika anda telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy
Key ControlAperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.
Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika anda memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka anda harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.
Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.
Setting Kamera DigitalPengaturan Mode Exposure yang Tepat
Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.
Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?
Gunakan Metering yang TepatMode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.
Pengaturan AF dan Mode DriveKamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.
Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noise biasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir
Ketika membicarakan White Balance, anda bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika anda telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy
Key ControlAperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.
Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika anda memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka anda harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.
Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel: Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.
Setting Kamera DigitalPengaturan Mode Exposure yang Tepat
Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.
Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?
Gunakan Metering yang TepatMode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.
Pengaturan AF dan Mode DriveKamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.
Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.
Mengatasi Foto Blur
Mengatasi Foto Blur - Kegiatan memotret merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan, Hal yang menurut kita penting bisa kita abadikan lewat kamera kesayangan kita, tapi saat foto yang kita ambil itu blur tentulah kita tidak puas dengan hasil yang di dapatkan. Berikut ini Kamera Spekakan membagikan bagaimana cara mengatasi blur pada saat pemotretan

Sebelum kita membahas tentang bagaimana mencegah supaya foto yang kita ambil tidak blur, kita haruslah mengnali terlebih dahulu pada yang menyebabkan foto itu menjadi blur. Ada beberapa hal yang menyebabkan foto itu menjadi blur di antaranya adalah karena goyangan pada saat anda menekan shutter. Tetapi sekarang banyak jenis kamera DSLR yang menawarkan teknologi untuk meredam goyongan, teknologi tersebut seperti Teknologi Image Stabilizer, Vibration reduction (VR), Steady Shot (SS), Shake Reduction (SR) mega OIS, Optical Stabilization (OS), dan Vibration Compensastion.
Teknologi Image Stabilizer yang banyak di tawarkan oleh kamera DSLR bisa membantu mengurangi goyangan pada kamera, tetapi teknologi ini belum bisa mencegah blur pada saat kita memotret dengan objek yang bergerak cepat. Selain teknologi-teknologi yang di tawarkan oleh kamera DSLR Canon untuk mengurangi blur saat pemotretan, yang dapat kita lakukan memegang kamera atau teknik pernapasan. Dengan menahan nafas saat mengambil gambar, dan memposisikan tubuh dengan rapat atau menyender di dinding bisa membantu mengurangi getaran yang menghasilkan blur.
Kelemahan dari teknologi-teknologi yang ditawarkan oleh banyak kamera DSRL tersebut adalah masih belum bisa mencegah foto blur seperti fungsi tripod. Bila anda menginginkan Foto yang bagus maka gunakan tripod di segala kondisi foto tetapi penggunaan tripod ini memang agak ribet. Kalau seandainya tidak ada tripod maka gunakan apa saja yang bisa mengurangi goyangan pada kamera seperti kursi, meja, dan benda-benda lainya.
Selain berbagai cara diatas cara lainya adalah dengan remote baik itu yang menggunakan kabel ataupun yang wireless. Karena pada saat kita menekan tombol shutter maka ada goyangan, walaupun sedikit saja goyangannya bagi beberapa fotografer ini mengganggu mereka. Untuk merubah setingan menjadi Shutter Speed Tinggi bisa saja dilakukan namun ada konsekuensinya, umumnya gambar akan menjadi lebih gelap.

Sebelum kita membahas tentang bagaimana mencegah supaya foto yang kita ambil tidak blur, kita haruslah mengnali terlebih dahulu pada yang menyebabkan foto itu menjadi blur. Ada beberapa hal yang menyebabkan foto itu menjadi blur di antaranya adalah karena goyangan pada saat anda menekan shutter. Tetapi sekarang banyak jenis kamera DSLR yang menawarkan teknologi untuk meredam goyongan, teknologi tersebut seperti Teknologi Image Stabilizer, Vibration reduction (VR), Steady Shot (SS), Shake Reduction (SR) mega OIS, Optical Stabilization (OS), dan Vibration Compensastion.
Teknologi Image Stabilizer yang banyak di tawarkan oleh kamera DSLR bisa membantu mengurangi goyangan pada kamera, tetapi teknologi ini belum bisa mencegah blur pada saat kita memotret dengan objek yang bergerak cepat. Selain teknologi-teknologi yang di tawarkan oleh kamera DSLR Canon untuk mengurangi blur saat pemotretan, yang dapat kita lakukan memegang kamera atau teknik pernapasan. Dengan menahan nafas saat mengambil gambar, dan memposisikan tubuh dengan rapat atau menyender di dinding bisa membantu mengurangi getaran yang menghasilkan blur.
Kelemahan dari teknologi-teknologi yang ditawarkan oleh banyak kamera DSRL tersebut adalah masih belum bisa mencegah foto blur seperti fungsi tripod. Bila anda menginginkan Foto yang bagus maka gunakan tripod di segala kondisi foto tetapi penggunaan tripod ini memang agak ribet. Kalau seandainya tidak ada tripod maka gunakan apa saja yang bisa mengurangi goyangan pada kamera seperti kursi, meja, dan benda-benda lainya.
Selain berbagai cara diatas cara lainya adalah dengan remote baik itu yang menggunakan kabel ataupun yang wireless. Karena pada saat kita menekan tombol shutter maka ada goyangan, walaupun sedikit saja goyangannya bagi beberapa fotografer ini mengganggu mereka. Untuk merubah setingan menjadi Shutter Speed Tinggi bisa saja dilakukan namun ada konsekuensinya, umumnya gambar akan menjadi lebih gelap.
Tips Mengatur Kamera DSLR Canon
Tips dan Cara Mengatur Kamera Digital SLR Canon - Untuk pemula, sebelum anda memotret anda mungkin belum tau bagaimana cara mengatur kamera yang anda beli supaya hasil potretan lebih bagus dan memuaskan. Berikut ini Kamera Spek akan membagikan Tips dan Cara Mengatur Kamera Digital SLR Canon

1. Gunakan Selalu Format RAW
Karena gambar yang di hasilkan oleh format RAW menampilkan rentang totol warna paling lengkap, fleksibilitas pada saat pengeditan. Ukuran yang di hasilkan oleh format RAW lebih besar , tetapi kualitas foto yang di hasilkan dapat memuaskan. Apalagi anda juga bisa mengoptimalkan hasil foto anda dengan mengtur kontras, saturasi, ketajaman, dan eksposure selum anda mengconvert untuk menyimpan ke dalam bentuk JPEG atau TIFF.
2. Jika Menggunakan JPEG
Jika anda menggunakan format JPEG pastikan anda memilih format JPEG kualitas 'LARGE' pada menu quality. Format JPEG sering di pakai katika mengambil foto dengan mode continous karena anda bisa mengambil lebih banyak foto.
3. Live View
Live View merupakan tempat anda melihat pada yang oleh kamera. Secara default fitur ini di matikan dan anda bisa menghidupkan fitur ini di bagian Live View Function Setting. Live View berguna pada saat anda melakukan pengambilan foto, khususnya pada saat anda menggunakan tripod. untuk menyalakan dan mematiakan Live View mengunakan tombol set.
4. Cobalah sRAW
Fitur ini biasanya digunakan pada saat anda ingin cepat-cepat memilih foto di komputer atau anda ingin segera mengirimkan foto lewat email. sRAW adalah fitur untuk menyimpan dalam dua format sekaligus yaitu RAW dan JPEG. Kualitar yang di hasilkan oleh sRAW hampir sama dengan kualitas yang di hasilkan RAW, tetapi resolusi dan kualitas tidak sama.
5. Selalu Perbarui Firmwere
Agar kemera anda selalu berada pada ferforma terbaik, anda harus selalu memeriksa firmwere terakhir yang tersedia. Lihat dulu versi yang sekarang digunakan pada kamera anda. Kemudian periksa versi terakhir di situs www.canon.com/eos-d, lalu perbarui versinya dan firmwere diinstal ke kamera lewat kartu memori.
6. Mengatur Diopter
Bagi anda yang berkacamata terkadang membidik objek foto tidak fokus. Diopter sangat berguna untuk mengontrol titik optik di dalamnya. Putar sambil membidik dan berhenti memutar gambar saat terlihat jelas. Diopter merupakan tombol puter kecil di pojok kanan atas viewfinder. Pada kamera slr canon umunya terdapat diopeter yang fungsinya agar bidikan menjadi lebih jelas yang dapat diatur sesuai dengan mata anda.
7. Nyalakan LCD pada Tempat Gelap
Ketika anda mengambil foto pada tempat gelap. Nyalakan LCD jika anda kesulitan melihat settingan bodi kemera. Setting akan di tampilkan di LCD kamera anda setelah tombol Disp atau Info di tekan, sesuai dengan junis kamera Canon EOS yang anda gunakan.
8. Ambil Foto Lebih Banyak
Jika pada saat anda mengambil foto dan ruang kartu memori anda akan segera habis habis, gunakan format JPEG dengan kualitas large paling tinggi untuk menghemat ruang kartu memori anda.
9. Matikan Suara
kalau anda terganggu dengan suara notifikasi auto fokus, anda dapat mematikan atau memilih bunyi beeb pada menu diatur menyala.
10. Kembali ke Pengaturan Default
Jika anda ingin kembali lagi ke pengaturan awal / default. Gunakan clear all camera setting. Kamera anda akan kembali lagi ke pengaturan awal seperti kamera baru saat anda baru saja membelinya.
11. Simpan Foto Dengan Baik
Matiakan fitur shoot W/O card. Fitur ini hanya di nyalakan pada saat uji coba di toko, karena fitur ini dapat mengambil foto walaupun tanpa kartu memori.
Dan pastikan selalu anda menggunakan kartu memori yang bagus.
12. Kegunaan LCD Atas
kamera slr canon yang semi pro dan professional, ada LCD untuk mengatur exposure yang berada dibagian atas body kamera. LCD ini bisa dkatakan sebagai shortcut dari pengaturan di live view. Anda mengatur expsore yang setting dari LCD ini seperti shutter speed, ISO, dan aperture. Apabila ditempat gelap anda bisa menyalakan lamu untuk menerangi LCD dengan menekan tombol di sebelah kiri atas layar.
13. Penggunaan Adobe RGB
Pilih calor space pada menu karena fitur Adobe RGB tersembunyi di dalam menu. Setelah anda menemukanya pilihlah standarnya yaitu aRGB. Jika anda ingin merekam dengan banyak warna gunakanlah Adobe RGB, kerana Adobe RGB dapat memberikan hasil cetak yang baik.
14. Memformat Foto
Setiap kali anda ingin mengambil foto, kosongkan dulu kartu memory dengan memformatnya bukan dengan menghapus semua foto. Ada pilihan untuk memformat langsung di kamera yaitu di menu set up. Dengan memformat memory, anda mematikan data mengenai kamera tercatat memori sehingga mengurangi risiko kehilangan data.

1. Gunakan Selalu Format RAW
Karena gambar yang di hasilkan oleh format RAW menampilkan rentang totol warna paling lengkap, fleksibilitas pada saat pengeditan. Ukuran yang di hasilkan oleh format RAW lebih besar , tetapi kualitas foto yang di hasilkan dapat memuaskan. Apalagi anda juga bisa mengoptimalkan hasil foto anda dengan mengtur kontras, saturasi, ketajaman, dan eksposure selum anda mengconvert untuk menyimpan ke dalam bentuk JPEG atau TIFF.
2. Jika Menggunakan JPEG
Jika anda menggunakan format JPEG pastikan anda memilih format JPEG kualitas 'LARGE' pada menu quality. Format JPEG sering di pakai katika mengambil foto dengan mode continous karena anda bisa mengambil lebih banyak foto.
3. Live View
Live View merupakan tempat anda melihat pada yang oleh kamera. Secara default fitur ini di matikan dan anda bisa menghidupkan fitur ini di bagian Live View Function Setting. Live View berguna pada saat anda melakukan pengambilan foto, khususnya pada saat anda menggunakan tripod. untuk menyalakan dan mematiakan Live View mengunakan tombol set.
4. Cobalah sRAW
Fitur ini biasanya digunakan pada saat anda ingin cepat-cepat memilih foto di komputer atau anda ingin segera mengirimkan foto lewat email. sRAW adalah fitur untuk menyimpan dalam dua format sekaligus yaitu RAW dan JPEG. Kualitar yang di hasilkan oleh sRAW hampir sama dengan kualitas yang di hasilkan RAW, tetapi resolusi dan kualitas tidak sama.
5. Selalu Perbarui Firmwere
Agar kemera anda selalu berada pada ferforma terbaik, anda harus selalu memeriksa firmwere terakhir yang tersedia. Lihat dulu versi yang sekarang digunakan pada kamera anda. Kemudian periksa versi terakhir di situs www.canon.com/eos-d, lalu perbarui versinya dan firmwere diinstal ke kamera lewat kartu memori.
6. Mengatur Diopter
Bagi anda yang berkacamata terkadang membidik objek foto tidak fokus. Diopter sangat berguna untuk mengontrol titik optik di dalamnya. Putar sambil membidik dan berhenti memutar gambar saat terlihat jelas. Diopter merupakan tombol puter kecil di pojok kanan atas viewfinder. Pada kamera slr canon umunya terdapat diopeter yang fungsinya agar bidikan menjadi lebih jelas yang dapat diatur sesuai dengan mata anda.
7. Nyalakan LCD pada Tempat Gelap
Ketika anda mengambil foto pada tempat gelap. Nyalakan LCD jika anda kesulitan melihat settingan bodi kemera. Setting akan di tampilkan di LCD kamera anda setelah tombol Disp atau Info di tekan, sesuai dengan junis kamera Canon EOS yang anda gunakan.
8. Ambil Foto Lebih Banyak
Jika pada saat anda mengambil foto dan ruang kartu memori anda akan segera habis habis, gunakan format JPEG dengan kualitas large paling tinggi untuk menghemat ruang kartu memori anda.
9. Matikan Suara
kalau anda terganggu dengan suara notifikasi auto fokus, anda dapat mematikan atau memilih bunyi beeb pada menu diatur menyala.
10. Kembali ke Pengaturan Default
Jika anda ingin kembali lagi ke pengaturan awal / default. Gunakan clear all camera setting. Kamera anda akan kembali lagi ke pengaturan awal seperti kamera baru saat anda baru saja membelinya.
11. Simpan Foto Dengan Baik
Matiakan fitur shoot W/O card. Fitur ini hanya di nyalakan pada saat uji coba di toko, karena fitur ini dapat mengambil foto walaupun tanpa kartu memori.
Dan pastikan selalu anda menggunakan kartu memori yang bagus.
12. Kegunaan LCD Atas
kamera slr canon yang semi pro dan professional, ada LCD untuk mengatur exposure yang berada dibagian atas body kamera. LCD ini bisa dkatakan sebagai shortcut dari pengaturan di live view. Anda mengatur expsore yang setting dari LCD ini seperti shutter speed, ISO, dan aperture. Apabila ditempat gelap anda bisa menyalakan lamu untuk menerangi LCD dengan menekan tombol di sebelah kiri atas layar.
13. Penggunaan Adobe RGB
Pilih calor space pada menu karena fitur Adobe RGB tersembunyi di dalam menu. Setelah anda menemukanya pilihlah standarnya yaitu aRGB. Jika anda ingin merekam dengan banyak warna gunakanlah Adobe RGB, kerana Adobe RGB dapat memberikan hasil cetak yang baik.
14. Memformat Foto
Setiap kali anda ingin mengambil foto, kosongkan dulu kartu memory dengan memformatnya bukan dengan menghapus semua foto. Ada pilihan untuk memformat langsung di kamera yaitu di menu set up. Dengan memformat memory, anda mematikan data mengenai kamera tercatat memori sehingga mengurangi risiko kehilangan data.
Selasa, 10 Maret 2015
Spesifikasi Canon PowerShot SX500 IS
Spesifikasi dan Harga Kamera Canon Powershot SX500 IS - Pada postingan kali ini Kamera Spek ingin membagikan informasi Spesifikasi dan Harga Kamera Canon Powershot SX500 IS

Prusahaan Canon meluncurkan kembali produknya yaitu kamera super zoom seri Canon PowerShot SX500 IS, sesuai dengan namanya kamera ini memiliki kemampuan untuk zooo yang baik. Dengan zoom optik hingga 30x di tambah zoom di gital yang di miliki olah kamera ini, memungkinkan untuk anda bisa mengambil foto dengan jarak yang jauh seperti pertandingan bola, konser, dan lain-lain.
Kelebihan lainnya dari Kamera Canon Powershot SX500 IS ini, Kamera ini memiliki prosesor pengolah gambar DIGIC 4 sama dengan beberapa jenis kamera Canon DSLR lainnya. Prosesor DIGIC 4 ini mampu memproduksi warna yang beraneka ragam, di tambah dengan sensor CCD yang memiliki resolusi tinggi 16 Megapixel untuk mendapatkan kualitas gambar yang tajam dan memiliki tingkat detail yang tinggi.
Kamera Canon Powershot SX500 IS memilki lensa wide 24mm yang mampu mengambil foto landcape atau pemotretan group. Kamera ini juga di lengkapi dengan teknologi Intelligent IS yang dapat menyesuaikan secara otomatis saat memotret, teknologi ini juga mampu mengurangi efek blur akibat getaran dengan menganalisa getaran kemera dan subyek. Tidak hanya itu teknologi ini juga mampu mengidentifikasi jenis tembakan seperti Panning, Maco atau Telephoto shot.
Kecuali teknologi di atas Kamera Canon Powershot SX500 IS juga memiliki teknologi canggih yaitu Framing Assist yang dapat mempercepat framing dan penentuan fokus pada kondisi zoom maksimal. Dengan menekan fasilitas tombol Zoom Framing Assist kamera akan secara otomatis melakukan zoom out dan menyesuaikan kembali posisi lensa pada jarak yang di inginkan untuk melakukan fokus pada subyek yang anda bidik. Salah satu fitur yang di miliki oleh kamera ini adalah fitur Smart Auto yang mampu mengenali berbagai adegan hingga 32 scene secara otomatis.
Spesifikasi Kamera Canon Powershot SX500 IS

Prusahaan Canon meluncurkan kembali produknya yaitu kamera super zoom seri Canon PowerShot SX500 IS, sesuai dengan namanya kamera ini memiliki kemampuan untuk zooo yang baik. Dengan zoom optik hingga 30x di tambah zoom di gital yang di miliki olah kamera ini, memungkinkan untuk anda bisa mengambil foto dengan jarak yang jauh seperti pertandingan bola, konser, dan lain-lain.
Kelebihan lainnya dari Kamera Canon Powershot SX500 IS ini, Kamera ini memiliki prosesor pengolah gambar DIGIC 4 sama dengan beberapa jenis kamera Canon DSLR lainnya. Prosesor DIGIC 4 ini mampu memproduksi warna yang beraneka ragam, di tambah dengan sensor CCD yang memiliki resolusi tinggi 16 Megapixel untuk mendapatkan kualitas gambar yang tajam dan memiliki tingkat detail yang tinggi.
Kamera Canon Powershot SX500 IS memilki lensa wide 24mm yang mampu mengambil foto landcape atau pemotretan group. Kamera ini juga di lengkapi dengan teknologi Intelligent IS yang dapat menyesuaikan secara otomatis saat memotret, teknologi ini juga mampu mengurangi efek blur akibat getaran dengan menganalisa getaran kemera dan subyek. Tidak hanya itu teknologi ini juga mampu mengidentifikasi jenis tembakan seperti Panning, Maco atau Telephoto shot.
Kecuali teknologi di atas Kamera Canon Powershot SX500 IS juga memiliki teknologi canggih yaitu Framing Assist yang dapat mempercepat framing dan penentuan fokus pada kondisi zoom maksimal. Dengan menekan fasilitas tombol Zoom Framing Assist kamera akan secara otomatis melakukan zoom out dan menyesuaikan kembali posisi lensa pada jarak yang di inginkan untuk melakukan fokus pada subyek yang anda bidik. Salah satu fitur yang di miliki oleh kamera ini adalah fitur Smart Auto yang mampu mengenali berbagai adegan hingga 32 scene secara otomatis.
Spesifikasi Kamera Canon Powershot SX500 IS
- Ukuran (p x l x t) 10.4 cm x 6.95 cm x 8 cm
- Berat (kg) 0.341
- Warna Hitam
- Tipe Canon PowerShot SX500 IS
- Ukuran Layar (in) 3
- Zoom Optik 30
- Megapiksel 16
- Fitur HD Recording, Image Stabilization, Wide Angle
- Garansi produk 1 Tahun Garansi (Spare-part dan Servis)
- Input USB
- Output Composite Video, USB, HDMI
- Resolusi Layar 461k dots
- Tipe Baterai Li-Ion
- Format Foto JPEG
- Ukuran File Foto 4608×2592
- Format Video MOV
- Video HD Ya
- Resolusi Video 1280 x 720
- Focal Length 24 – 720 m
- Image Stabilization Ya
- Range Aperture Lensa f/3.4-5.8
- Zoom Digital 4x
- ISO Range 100-1600
- Range Shutter Speed 1-1/1600 s
- Built in Flash Ya
- Tipe Memory Card SD/SDHC/SDXC
- HDMI Port Ya
- Tipe Layar TFT
Tips Foto Kembang api
Hal-Hal yang perlu di perhatikan saat anda memotret kembang api
Gunakanlah Tripod, karena Tripod dapat dapat mengurangi getaran yang menyebabkan ketajaman foto yang anda ambil kurang. Jika Saat anda memotret menggunakan tripod foto yang anda ambil dapat memuaskan.
Gunakan setting Eksposure, aperature F/16 Shutter 2″ dan ISO 100 atau bisa juga dengan settingan aperature F /14 shutter 2″ dan ISO 200.
Matikan Flesh, karena untuk mendapatkan foto kembang api flesh tidak lah membantu justru malah menurunkan kualitas fota yang anda ambil karena cahaya yang di hasilkan tidak merata.
Matikan AutoFocusm dan gunakan Focus manual, karena datangnya kembang api tidak dapat terduka dan kembang api yang datang minim akan cahaya.
Carilah tempat yang luas (tidak ada pepohonan yang akan menghalangi pemotretan anda). Dan arahkan kamera anda ke langit, dengan begitu di manapun kembang arah kembang api yang muncul anda dapat dengan mudah membidiknya dan mengunci target foto.
Usahakan anda jangan memotret ke arah kembang api, karena kembang api munculnya sangat tidak terduga. Oleh karena itu janganlah anda mengambil foto pada setiap arah kembang api yang muncul.
Ambil foto kembang api dengan sebanyak-banyaknya, karena kembang api yang muncul hanya beberapa saat maka usahakan saat memotret anda menggambil fotonya dengan banyak untuk mendapatkan hasil yang di inguinkan.
Gunakanlah Tripod, karena Tripod dapat dapat mengurangi getaran yang menyebabkan ketajaman foto yang anda ambil kurang. Jika Saat anda memotret menggunakan tripod foto yang anda ambil dapat memuaskan.
Gunakan setting Eksposure, aperature F/16 Shutter 2″ dan ISO 100 atau bisa juga dengan settingan aperature F /14 shutter 2″ dan ISO 200.
Matikan Flesh, karena untuk mendapatkan foto kembang api flesh tidak lah membantu justru malah menurunkan kualitas fota yang anda ambil karena cahaya yang di hasilkan tidak merata.
Matikan AutoFocusm dan gunakan Focus manual, karena datangnya kembang api tidak dapat terduka dan kembang api yang datang minim akan cahaya.
Carilah tempat yang luas (tidak ada pepohonan yang akan menghalangi pemotretan anda). Dan arahkan kamera anda ke langit, dengan begitu di manapun kembang arah kembang api yang muncul anda dapat dengan mudah membidiknya dan mengunci target foto.
Usahakan anda jangan memotret ke arah kembang api, karena kembang api munculnya sangat tidak terduga. Oleh karena itu janganlah anda mengambil foto pada setiap arah kembang api yang muncul.
Ambil foto kembang api dengan sebanyak-banyaknya, karena kembang api yang muncul hanya beberapa saat maka usahakan saat memotret anda menggambil fotonya dengan banyak untuk mendapatkan hasil yang di inguinkan.
Flash Eksternal Kamera
Dedicated brand (Canon, Nikon, Sony dsb)
| Dedicated Brand |
Dalam buku manual kamera sangat dianjurkan memakai flash eksternal yang merknya sama. Misal pemakai Canon bisa memilih jajaran flash Speedlite 430 EX, 580 EX dan kini yang terbaru 600 EX. Pemakai Nikon bisa memilih SB700, SB900 dan kini SB910. Flash dedicated yang satu merk menjamin kompatibilitas dan kehandalan (reliable) serta mencegah resiko rusak karena perbedaan standar tegangan (setidaknya itu yang ditulis di buku manual). Flash semacam ini cukup rumit pemakaiannya, karena fiturnya yang banyak. Kita mesti membiasakan diri dengan menu yang ditampilkan di layar LCD Sayangnya flash semerk ini harganya cukup mahal, antara 3 sampai 6 juta rupiah. Kalau dana tidak jadi masalah, sangat disarankan untuk memilih flash eksternal yang semacam ini.
Third party brand
Hidup ini adalah pilihan. Demikian juga dalam memilih produk, selain pilihan utama ada saja pilihan alternatif lainnya yang bisa dicoba. Flash eksternal yang harganya cukup mahal menjadi peluang bisnis bagi pihak yang jeli dengan membuat flash eksternal alternatif yang tentunya lebih murah. Flash semacam ini dibuat oleh banyak pabrikan seperti Metz, Nissin, Sunpac, Yongnuo dan sebagainya. Hebatnya lagi, mereka bahkan sudah memiliki fitur yang menyamai flash dedicated, seperti bisa TTL, bisa wireless dan bisa zoom head. Tapi TTL yang mereka klaim sebetulnya adalah hasil reversed engineering, tidak mungkin seakurat TTL dari flash Canon atau Nikon misalnya. Tidak ada jaminan TTL di flash 3rd party ini akan kompatibel untuk kamera generasi mendatang.
| Third Party Brand |
Selain itu masih ada tanda tanya soal umur dan keawetan flash alternatif ini. Parameternya sangat ditentukan dari merk flash alternatif, merk yang cukup bonafid seperti Metz atau Nissin semestinya punya kualitas yang cukup baik dan juga quality control yang ketat. Tapi flash seperti Yongnuo mungkin bisa bervariasi, ada yang bertahun-tahun masih bandel dan ada yang mungkin dipakai beberapa bulan sudah tewas. Ada harga ada rupa kan..?
| Third Party Brand |
Bagi mereka yang dananya terbatas tapi ingin menikmati flash eksternal, atau yang suka bereksperimen dengan off shoe flash (wireless), ada baiknya juga menjajal flash murah meriah. Flash ini cirinya harga antara 400-800 ribuan, bentuk mirip seperti flash mahal (pakai empat baterai AA juga), punya GN agak kecil dan tidak ada fitur advanced seperti TTL atau zoomhead. Tanpa TTL, kamera tidak mengenali flash eksternal yang terpasang sehingga perlu sedikit pengaturan lanjutan supaya flash murah meriah ini berfungsi dengan baik. satu yang perlu diingat, kekuatan flash eksternal non TTL sepenuhnya diatur oleh kita, alias manual. Kita yang memilih mau memakai kekuatan maksimal, minimal atau diantaranya. Kita juga sebaiknya memakai mode manual di kamera, jadi tentukan saja semuanya secara manual : shutter, aperture, ISO dan flash output power. Serunya adalah, kita jadi dipaksa banyak belajar tentang eksposur kalau memakai flash manual, dan seiring banyak berlatih maka kita bisa terbiasa memakai flash non TTL.
Dari pengalaman saya, flash eksternal alternatif seperti Yongnuo gagal berfungsi dengan baik bila dipasang di kamera non DSLR seperti Lumix FZ50 dan Fuji HS20. Kamera non DSLR yang punya flash hot shoe sebaiknya dipasangkan flash yang satu merk saja (meski cukup sulit untuk mencari flash merk Fuji atau Panasonic di pasaran).
Pengertian Flash Kamera DSLR
TTL flash, terobosan teknologi modern dalam flash photography
Kekuatan pancaran tiap lampu kilat itu berbeda-beda, semakin kuat maka dia semakin mampu menerangi area yang jauh. Yang dijadikan panduan untuk mengukur kekuatan lampu kilat adalah Guide Number (GN) yang menyatakan kekuatan maksimal flash dalam jarak (meter). Yang kita perlu pahami adalah tidak setiap memotret dengan flash kita memakai kekuatan maksimal itu. Karena cahaya dari flash yang berlebihan akan membuat foto jadi terlalu terang, bahkan bisa jadi foto kita putih semua. Untuk itulah kamera modern menyediakan terobosan teknologi TTL flash (Through The Lens) yang gunanya untuk mengatur kekuatan flash secara otomatis, sehingga hasil fotonya tetap punya eksposur yang pas.
| Control System Basic Structure |
Prinsip kerja metering (pengukuran) TTL flash cukup rumit. Kamera harus memperhitungkan banyak faktor, seperti jarak obyek yang terukur (dalam meter), bukaan dan fokal lensa yang dipakai, kecepatan shutter dan nilai ISO yang dipilih. Pada TTL yang lebih modern, kamera juga memperhitungkan cahaya lingkungan sehingga bisa didapat hasil yang berimbang antara flash dan ambient light. Belum lagi kalau kita secara manual melakukan kompensasi eksposur untuk nilai flash, maka kamera akan memperhitungkan itu semua. Dari hasil kalkulasi rumit itu kamera selanjutnya menentukan apakah kekuatan flashnya mau dibuat maksimal (1/1) atau lebih kecil dari nilai maksimal itu (1/2, ¼, ⅛ dst hingga angka minimal).
Kabar baiknya adalah, teknologi TTL bisa juga dijumpai juga di built-in flash kamera, tanpa kita harus membeli flash eksternal. Bagi yang suka manual, maka sebagian besar kamera DSLR membolehkan kita untuk mengganti mode flash dari TTL ke manual. Hanya saja di mode manual flash, kita harus cermat menentukan kekuatan flash yang sesuai supaya hasil fotnya tidak over atau under.
Mengapa flash eksternal?
| External Flash |
Pertanyaan ini sering menghampiri mereka yang baru berkenalan dengan dunia fotografi. Jawabannya sebetulnya bisa beragam, tapi yang jelas flash eskternal dibutuhkan untuk mendapat hasil foto yang terlihat profesional, tentunya dengan set up dan perencanaan yang tepat. Untuk bisa tahu apakah flash eksternal itu termasuk investasi yang must-have atau sekedar nice to have, maka simak dulu kelebihan dari flash eksternal berikut ini :
- flash eksternal punya kekuatan jauh lebih besar, antara GN 24 hingga GN 60 (bandingkan dengan built-in flash yang hanya GN 12)
- flash eksternal punya baterai terpisah, jadi bisa memotret terus dengan flash tanpa membuat baterai kamera cepat habis
- arah keluaran cahaya dari flash eksternal bisa dibelokkan, ke atas atau ke depan (bounce) atau ke kiri kanan (swivel) untuk menghindari cahaya mengarah langsung ke obyek (fotografer kita biasa menyebut bisa geleng-geleng dan angguk-angguk)
- flash eksternal yang mahal bisa memiliki zoom head, jadi bisa mengikuti posisi fokal lensa zoom kamera, umumnya untuk rentang 24-105mm
- flash eksternal bisa dipisah dari kamera, bisa terhubung dengan kabel, ditrigger secara wireless (biasa dipakai di studio atau yang suka strobist)
- durasi nyala flash eksternal tertentu bisa dibuat lebih lama untuk memungkinkan pemakaian shutter speed yang lebih cepat (FP mode)
- flash eksternal bisa dipasang aksesori seperti soft box, diffuser, filter color gel dan semacamnya untuk tujuan tertentu
- kebanyakan flash eksternal bisa memancarkan lampu bantuan untuk auto fokus dalam kondisi gelap, khususnya pemakai DSLR Canon, ini akan menjadi solusi lebih baik daripada AF assist kamera yang menembakkan strobe light memakai built-in flash yang mengganggu
Langganan:
Postingan (Atom)

