Selasa, 30 Desember 2014

Tips Foto Mode Manual

  •  Pertama dan yang sangat penting yaitu lilitkan tali pengan kamera ke tangan atau tali pengaman bisa kita pasang dileher kita agar kamera yang kita pegang menjadi aman jika sewaktu-waktu terjadi kesalahan dan menyebabkan kamera terjatuh.
  • Nyalakan kamera dan atur mode kamera ke mode manual M atur yang ada tanda merahnya ke mode M.
  • Lalu cari objek yang ingin anda foto.
  • Jika sudah menemukan objek yang akan difoto langsung kita bisa mengatur aperture dan shutterspeed / pastikan garis yang mirip angak 1 berjejer itu bisa seimbang atau tinggal satu garis yang lurus dengan lingkaran kecil kita bisa mengatur aperture dan shutterspeed pada saat kita mengintip di viewfinder. 
    cara memotret dengan menggunakan mode manual
  • Saat kita mebidik objek usahakan cara memegang kita harus dengan benar dan usahakan tangan rileks dan tidak tegang atau gemetar agar hasil foto tampak fokus.
  • Lalu kita tekan tombol shutter sebagian agar kita tau apa sudah fokus apa belum jika sudah okus tekan tombol shutter secara penuh.
  • Lihat hasil foto yang kita potret jika masih kurang bagus bisa kita coba lagi teknik manual ini.
         Oh ya mungkin ada yang belum tahu apa sih shutter speed dan apperture
  • apperture 
    aperture_cara memotret dengan menggunakan mode manual
    adalah bukaan diafragma, jka kita atur apperture semakin kita atur aperture dengan nilali kecil maka bukaan difragma akan semakin besar dan sebaliknya jika kita atur aperture dengan nilai besar maka bukaan difragma semakin kecil. JIKA ANDA INGIN BUAT FOTO BOKEH / LATAR BELAKANG BLUR DAN OBJEK JELAS ATUR SAJA NIALI APERTURE KE NILAI TERKECIL INILAH KUNCI FOTO BOKEH.
  • shutter speed
    shutter speed_cara memotret dengan menggunakan mode manual
     adalah pengaturan yang mengatur seberapa lama cahaya mengenai sensor. Jika kita mengatur dengan kecepataan 1/1000 detik maka cahaya akan sedikit yang mengenai sensor dan jika kita atur shutter speed  ke 10 detik maka cahaya yang masuk mengenai sensor semakin banyak.

Peralatan Fotografi Panorama

  •  Tripod
Dengan menggunakan tripod anda dapat memastikan kamera anda berputar dengan titik yang stabil, tetap atau tidak bergeser. Hal ini juga memudahkan untuk memotret dengan exposure yang lebih lama, yang mungkin akan berguna jika anda ingin mendapatkan gambar yang tajam dan bagus dengan setiap focus nya. Anda dapat menggunakan monopod, tetapi anda harus memegangnya setiap waktu (ini berarti terdapat lebih banyak kemungkinan kamera bergeser dan posisinya berubah setiap kali memotret). Monopod sangat berguna jika di tempat itu tidak ada cukup tempat untuk memasang tripod. Periksa kembali apakah anda sudah mengunci kepala tripod dengan baik dan tidak mungkin akan goyah. Karena jika goyah, akan sangat sulit untuk anda memastikan kamera tetap berada di posisi yang benar ketika memotret, khususnya jika anda menggunakan kamera besar atau jika anda menggunakan panoramic head (misalnya panosaurus 2.0), karena beratnya akan membuat kepala tripod semakin tidak stabil. Jika anda tidak menggunakan tripod atau gagal menstabilkan posisi kamera, anda pasti akan mempunyai masalah ketikan menggabungkan gambar (tergantung pada software yang digunakan) dan akhirnya anda harus meng crop dan menggabungkan sendiri panorama anda, sehingga mengurangi bidang pandang vertikal (lihat contoh gambar dibawah). Hasil foto untuk panorama spherical atau tipe panorama lainnya dapat diselaraskan menggunakan software.
  • Spirit level
Spirit level adalah peralatan tambahan penting dan anda dapat membelinya dengan harga yang cukup murah, spirit level kecil pas untuk hotshoe DSLR. Gunakan spirit level untuk memastikan tripod head, panoramic head, dan kamera berada dalam posisi yang rata atau datar.
  •  Remote shutter release
Jika anda sering memotret dengan exposure yang panjang, maka kabel remote release atau release infra merah akan sangat membantu. Dengan menggunakan remote anda juga mengurangi resiko kebiasaan yang tidak disengaja misalnya menyenggol tripod atau kamera ketika memotret. Jika anda menggunakan DSLR kamera, remote shutter dapat meminimalisir getaran ketika tangan anda menekan tombol shutter kamera.

·         Panoramic head ("pano-head")
Panoramic head adalah head tambahan yang anda letakkan di atas tripod sebelum kamera anda. Head ini memungkinkan anda untuk menempatkan posisi kamera hingga anda dapat memotret setiap derajat nya tanpa kesalahan paralax lensa.
Panoramic head juga mempermudah untuk memutar kamera dengan lebih halus dan tersedia beberapa sudut foto dan ada spirit level nya.

·         Wide angle lens
Dengan memotret beberapa gambar dan menggabungkannya bersamaan, anda dapat menghasilkan gambar panoramic 360 derajat, tidak pedulu lensa apa yang anda pakai. Lensa wide angle mempunyai keuntungan yang membuat anda tidak perlu memotret lebih banyaak gambar, dan anda dapat memotret lebih vertikal sehingga gambar tidak terlihat sempit.

Jika anda mempertimbangkan untuk membeli lensa wide untuk fotografi panorama anda, perhatikan ada beberapa software penggabung hanya mendukung lensa rectilinear (lensa normal), beberapa mendukung lensa fisheye dan beberapa mendukung keduanya. Hati-hatilah dalam memilih software penggabung jika anda menggunakan lensa fisheye.
Lensa 8mm secara umum adalah lensa terlebar yang bisa dipakai untuk semua kamera, dan di kamera full frame akan menghasilkan gambar membulat yang menwakili pemandangan 180 derajat segala arah. Jadi tidak mengejutkan jika lensa 8mm atau yang sejenisnya adalah cara yang paling mudah atau tercepat untuk menghasilkan panorama membulat yang dapat dari atas dan bawah, tidak hanya dari kanan dan kiri saja.

Panorama Fotografi

Foto Panorama adalah penggabungan beberapa foto yang tumpang tindih sebagian dengan tujuan untuk mendapatkan foto yang lebar dan mencakupi pemandangan yang luas. Di kamera compact bahkan ponsel atau iPad telah tersedia aplikasi otomatis untuk memotret Panorama. Setelah mengaktifkan mode panorama, kita tinggal memutar kamera dengan perlahan dari kiri ke kanan dan membiarkan kamera mengkombinasikan foto-foto menjadi foto panorama yang utuh untukmu. Secara manual, teknik panorama ini dapat dilakukan dengan kamera apapun, termasuk kamera DSLR. Caranya kita membuat beberapa foto untuk menangkap bagian-bagian dari pemandangan yang lebar. Saat memotret foto-foto yang akan digabungkan, yang penting adalah mengunakan setting exposure dan kamera yang sama. Yang paling ideal adalah mode Manual, dimana kita bisa menetapkan nilai bukaan, shutter speed dan ISO yang tetap. Jangan lupa matikan Auto ISO. Supaya ruang tajamnya luas, bukaan kecil seperti f/11-f/22 saya anjurkan. Selain itu, White Balance (WB) seharusnya juga di tetapkan sesuai warna sumber cahaya (jangan AWB). Fungsi Active D-Lighting, Auto Lighting Optimizer / Dynamic Range optimizer seharusnya di OFF supaya terang gelap antara foto yang satu dengan yang lain tidak berubah.


Foto panorama sebaiknya dipotret dengan mengunakan orientasi kamera vertikal. Hal ini karena bagian tengah foto biasanya lebih sedikit distorsi (perubahan bentuk cembung/cekung) daripada bagian ujung foto. Pemakaian tripod bagus untuk mendapatkan foto yang tajam dan akurat, tapi menggenggam kamera dengan tangan juga baik, asal cahaya cukup terang sehingga shutter speed bisa cepat. Jarak fokus lensa yang baik adalah 50 mm atau lebih panjang, dengan jarak fokus 50 mm, foto panorama akan terlihat alami. Tapi kalau ingin membuat efek yang lebih berdimensi dan dramatis, jarak fokus yang lebih lebar seperti 24 dan 35 mm dapat digunakan. Setelah itu, foto-foto bisa dimasukkan kedalam software pengolah foto seperti Adobe Photoshop melalui menu File>Automate>Photomerge. Jika tidak memiliki software Photoshop, banyak juga software spesialis Panorama lainnya misalnya Hugin.

Pengaturan Teknik Foto

  • Pengaturan Shutter Speed
Siapkan kamera, atur pada mode shutter priority (Tv atau S) sehingga kita bisa mengeset shutter speed di angka yang diinginkan dan diafragma akan menyesuaikan dengan sendirinya. Gunakan shutter speed yang rendah dari biasanya, untuk latihan awal bisa mencoba pada speed 1/30sec. Perhatikan hasil foto yang didapat, jika subyek masih terlihat tajam namun background kurang blur gunakan speed yang lebih rendah dan sebaliknya. Untuk latihan disarankan menggunakan shutter speed antara 1/8sec sampai 1/60sec, namun itu bukanlah aturan baku, karena pengaturan shutter speed ini bergantung pada besar intensitas cahaya dan kecepatan subyek. 
  • Pengaturan Fokus
Dalam teknik foto panning anda bebas menggunakan pengaturan fokus, boleh memilih auto fokus maupun manual fokus. Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan pengaturan fokus. Untuk kamera dengan teknologi baru dengan sistem auto fokus yang mampu menangkap subyek dengan cepat tentunya akan lebih mudah menggunakan auto fokus. Namun jika kamera yang digunakan tidak memiliki sistem auto fokus atau memiliki sistem auto fokus yang tidak cukup cepat, pilihan manual fokus akan lebih tepat, dan tentu saja akan lebih tinggi tingkat kesulitannya. Lakukan pengesetan pra fokus (untuk manual fokus) dari tempat anda akan membidik dengan memperkirakan dimana subyek akan muncul.
  • Framing
Sebaiknya menerapkan frame yang cukup lebar dan jangan terlalu sempit, agar dalam prosesnya akan terasa cukup leluasa melakukan panning kamera dan subyek juga bisa utuh tertangkap dalam frame. Sebaiknya gunakan pilihan resolusi foto yang tertinggi, untuk mengantisipasi bila terpaksa harus melakukan proses cropping hasil foto masih terlihat baik.
  • Gerakan Panning Kamera
Pastikan kita berada pada posisi yang tepat dan tidak terhalang apapun agar panning kamera bisa mengikuti arah gerakan subyek dengan mulus. Gerakkan kamera tenang dan stabil seirama dengan kecepatan subyek tanpa kejutan agar subyek terlihat tajam.

Dari uraian di atas dapat rangkum menjadi beberapa point penting 7 Tips Foto Panning:
  1. Sebaiknya atur kamera pada mode Shutter Priority (Tv atau S), boleh manual.
  2. Gunakan shutter speed antara 1/8sec sampai dengan 1/60sec, namun tergantung dari besar intensitas cahaya dan kecepatan subyek.
  3. Cari lokasi yang baik untuk pengambilan, dan akan lebih baik lagi jika memiliki background berwarna-warni karena hasilnya akan tampak lebih menarik.
  4. Gerakkan kamera mengikuti subyek dengan menekan setengah tombol shutter release untuk mendapatkan fokus.
  5. Usahakan kamera bergerak lembut, tenang dan stabil; hindari gerakan kejut.
  6. Saat fokus dari subyek sudah didapat dan berada pada frame yang tepat, tekan penuh tombol release untuk mengambil gambar.
  7. Terakhir, untuk hasil yang memuaskan jangan pernah berhenti berlatih dan terus berlatih sampai benar-benar mahir.

Teknik Fotografi pada kamera dlsr


Secara umum fotografi dapat diartikan sebagai teknik pengambilan gambar suatu objek melalui pantulan cahaya. Agar bisa mendapatkan sebuah gambar yang menarik, tidak selalu membutuhkan peralatan fotografi mahal, cukup dengan menggunakan kamera saku kamu juga dapat melahirkan karya-karya indah layaknya fotografer profesional. Berikut adalah beberapa trik dasar fotografi yang dapat kamu pelajari.

Mode manual

Semakin majunya perkembangan teknologi kamera saat ini, memberikan kita banyak kemudahan dalam memotret tanpa perlu pusing dengan pengaturan kamera. Adanya fitur otomatis seakan membutakan kita terhadap hasil foto yang memiliki nilai seni. Namun sayangnya, tidak semua tema foto bisa dihasilkan melalui fitur otomatis, seperti halnya foto siluet. Mode manual lebih banyak menawarkan hasil yang sesuai dengan keinginan, sebab kita sendiri yang mengatur pencahayaan dan berbagai pengaturan lainnya. Belajar dengan menggunakan mode manual akan membuat kita paham dengan sistem kerja kamera serta mendorong kita menjadi lebih kreatif.

Flash
Agar dapat memperoleh gambar yang natural, sebaiknya hindari penggunaan lampu flash. Cahaya dari lampu flash justru sering kali malah akan merusak obyek, karena foto akan terlihat datar dan kehilangan warna aslinya. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada pemotretan di luar ruangan, ada baiknya kamu memilih waktu-waktu yang sering disebut dengan the golden moment, yaitu antara pukul 07.00-08.00 dan pukul 17.00-18.00.

Pengaturan ISO/ASA

ISO (international standart organization) adalah sebuah fitur satuan tingkat kepekaan cahaya yang ada pada setiap kamera. Pada pemotretan dengan obyek pemandangan atau di dalam ruangan, sangat disarankan untuk menggunakan ISO terendah. Sebab ini memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan gambar yang lebih detil dan halus, sehingga gambar bisa diperbesar dengan maksimal. Lain hal jika obyek foto adalah manusia, ISO tinggi sangat dibutuhkan untuk bisa menangkap setiap pergerakan dengan tepat.

White balance
Kalau yang ini merupakan pengatur suhu warna pada kamera. Di dalamnya terdapat beberapa menu pilihan seperti, daylight, shade, cloudy, tungsten, AWB, dan lain sebagainya. Aturlah sesuai dengan keadaan cahaya dimana kamu memotret. Pilihan yang tepat akan menghasilkan warna gambar sesuai dengan warna aslinya, sebagaimana terlihat oleh mata kita.


Tentang aturan 1/3
The golden section, kata-kata itu sering disebut oleh pakar fotografi sebagai rumusan nilai estetika sebuah foto. Maksudnya adalah mengenai penempatan obyek utama, diposoisikan 1/3 dari keseluruhan bidang gambar. Para fotografer profesional meyakini, bahwa posisi ini paling pas bagi mata orang yang melihat foto tersebut.

Lensa

Jangan pernah lupa untuk memperhatikan kebersihan lensa, sebab sering kali adanya debu ataupun bekas sidik jari akan sangat mempengaruhi kualitas gambar. Bersihkanlah lensa secara berkala dan hindari tempat-tempat yang lembab untuk menyimpannya, agar lensa kamera tidak terserang jamur.

Melihat obyek secara fotografis
Bagi mereka yang baru mendalami dunia fotografi, mungkin masih sedikit mengalami kesulitan untuk melihat sesuatu dari sisi fotografis. Buat melatihnya, gunakanlah jari tangan dan bentuklah sebuah frame sebelum mengambil gambar. Dengan cara ini, setidaknya kita dapat mengetahui kemungkinan hasil jepretan yang akan diperoleh.